Komputer pertama saya AMD K62 500 dibeli 3 bulan setelah saya kuliah, kelas middle end lah waktu tahun 2000, soalnya yang high end paling Pentium 700an tapi juga bukan yang low end macem Pentium MMX gitu. Lumayan keren soalnya beberapa temen dikampus belum punya komputer, jadi serasa paling hebat. Apalagi dulu sempet belajar pascal, jadi waktu temen-temen baru mulai dengan 'writeln;' saya sudah mengenal statement ini sebelumnya. Alhasil tahun pertama saya diikomp berjalan mudah.
Tapi ceritanya gak berlangsung lama karena 3 bulan setelah itu komputer kesayangan saya hilang digondol maling. Saya stress berat apalagi bersamaan dengan pengumuman nilai semester satu yang anjlok. Stress makin complicated ketika dilanjutkan saya nginep dirumah sakit selama 2 minggu, konon katanya kena flek, apapula penyakit itu. Lengkap sudah penderitaan tahun pertama disebuah kost kecil didepan Shaka Studio, tempat 'Sheila on 7' sebelum tenar biasa latihan di Samirono.
Berikutnya pertengahan tahun kedua karena begitu banyak pekerjaan yang menuntut komputer saya membeli dengan subsidi penuh dari orangtua tentunya, komputer Athlon 1 Ghz, dan saya mulai larut dengan coding lagi. Tapi waktu itu saya bukan orang 'hebat' lagi, temen-temen yang mulanya baru belajar pascal ternyata belajar lebih banyak lagi. Ada yang belajar Delphi ada yang suka VB ada yang suka grafis atau malah ada yang mulai coba-coba linux. Wow ini tahun kedua lho saat Linux masih dengan command line yang menyebalkan dan masalah terbesar adalah: "bootloadernya hilang, balikin LILOnya gimana biar saya bisa boot kewindows lagi"
Ergh..dunia IT adalah dunia yang berubah begitu cepat, setahun yang lalu bingung setengah mati bagaimana menginstal PHP dikomputer, tahun berikutnya sudah ada PHPNuke dan beraneka content management system lainnya. Tahun lalu baru mulai belajar menggerakan animasi pada Flash, tahun berikutnya sudah ada aplikasi lain yang mengerjakannya 10 kali lebih cepat.
Tapi ternyata bukan aplikasi dan hardware yang berubah demikian cepat, teman dan lingkungan juga berubah sangat cepat. Dulu ceritanya old-ikomers angkatannya tua terdahulu belum semodis angkatan saya waktu masuk, masih ndeso-ndeso katanya. Mereka agak heran melihat penampilan anak-anak baru yang begitu wah. Dan ternyata saya pun begitu ketika melihat anak-anak baru ternyata anak-anak baru begitu wah.
Bicara tentang perubahan salah satu yang masih bikin saya 'bingung' adalah temen-temen yang berubah visi hidupnya. Misalnya yang dulu religius eh belakangan malah gaul, atau dulunya gaul abis sekarang jadi anak mesjid. Ada yang dulu senengnya memprovokasi main billiard tiap malem minggu eh ternyata belakangan jadi pendiem. Yang bikin juga BT orang yang dulunya sayang ma kita eh sekarang tanpa alasan yang jelas bilang 'sorry, aku gak punya perasaan lagi ma kamu' wah...repot kan.
Apalagi poin yang terakhir dimana ada salah satu pihak yang tidak siap dengan keputusan pasangannya. Kalau cuman temen yang jadi 'gila' sih dampaknya gak terlalu besar, tapi bagaimana kalau orang itu adalah orang paling dekat dengan kita. Opo gak runyam masalah dikampus.
Posted at 02:47 pm by priandoyo