Dongeng tentang tahun ketiga adalah dongeng abadi buat temen-temen yang sudah melewatinya, (jadi angkatan 2001,2000,1999,...) ditahun ketiga inilah kebebasan berekspresi dirasakan memberi banyak dampak positif untuk bekal selanjutnya kedepan.
Sharing sedikit tentang pengalaman tahun ketiga, saya dulu sempet gabung di Challenger game center bareng Erick Purwanto yang sekarang konon sudah 100 station, trus 'sempet' dipuskom , 'sempet' maen2 ke Samarinda, dan yang paling berkesan adalah bikin bisnis sendiri yang kemudian akhirnya tidak berlanjut karena alasan2 klasik seperti team sibuk dan perbedaan prioritas.
Berbagai cerita yang saya dengar ternyata hebatnya masih berlanjut hingga sekarang, dulu ada Bubble, Hitcounter kemudian youngster bikin juga running turtle (CMIIW), omahTI (ini sih plat merah ya CMIIW) dan kalaupun penyebab keruntuhannya karena kurang kompak dan perbedaan visi adalah alasan-alasan yang lazim pada umumnya, sehingga seringkali saya bergumam dengan ucapan "Ooo gitu toh, pantes"
Beberapa teman saya yang lain memutuskan untuk bersolo karir, kemudian mengerjakan project IT dengan nilai yang sangat lumayan untuk ukuran mahasiswa, dan mungkin juga untuk ukuran orang yang sudah bekerja. Ataupun ada yang berafiliasi dengan organisasi plat merah seperti BEM, KMM, Himakom atau malah 'swasta' macem Wahana, Bugs, Fasnet dkk.
Dan sampai sekarang saya sangat percaya kalau spirit tahun ketiga di ikomp itu masih tetap ada. Mungkin sudah tradisi buat ikomers untuk 'gila' dan 'nekad' ditahun ketiganya. Ada cerita? Mau bagi-bagi info. Ayo adik-adikku!!!
NB:
Salah satu finalis progressio 2004 yang membuat kamus elektronik macem linguist/transtool gitu adalah anak-anak fisika UGM, yang harusnya secara teknis ikomers bisa mengerjakannya.