Bagaimana Industri bekerja
Dalam bayangan saya dahulu, Toyota, manufactur terbesar ketiga dunia akan memproduksi seluruh komponen mobilnya dalam satu pabrikan. Ternyata tidak, Toyota akan disupply dari pabrikan lain seperti Denso, Inkoasko ataupun Astra komponen, sehingga ketika sebuah industri berdiri maka supporting industrinya akan tumbuh bagai jamur dan perkembangannya industri utama akan sangat berpengaruh dengan industri disekitarnya.
Dan begitu juga dengan perbankan, yang Silverlake dengan core banking processingnya, Diebolt dan mesin2 ATMnya, hingga AT Kearney untuk konsultasi manajemennya merupakan rangkaian industri yang tidak dapat terpisahkan, meskipun sebagai supporting, industri ini memegang peranan vital dalam perbankan.
Dalam skala yang lebih sederhana misalnya, banyaknya universitas atau pendidikan tinggi mendorong pertumbuhan sistem informasi kemahasiswaan/kepegawaian dikawasan tertentu, dan umumnya pengembangan tersebut diserahkan pada pihak luar.
Apa yang bisa menjadi pelajaran dari realita cara kerja industri seperti demikian, pertama adalah EFISIENSI. Perusahaan yang memproduksi 1juta barang akan menghasilkan harga persatuan yang jauh lebih murah daripada perusahaan dengan produksi hanya 100rb misalnya. Dengan semakin tingginya produksi maka diperlukan sistem yang lebih baik dan terintegrasi.
Misalnya SCM (Supply Chain Management) dengan harapan pihak prinsipal di Jepang sana dapat memantau dengan baik produksi plantnya yang mungkin mencapai orde 1.000.000an pertahun. Atau CRM (Customer Relationship Management) dengan harapan pihak Astra France Motor dapat memantau dan mentracking customernya dalam periode tertentu dan memberikan reward lebih efektif
Pelajaran kedua adalah outsourcing atau alih daya atau lebih mudah dengan istilah subkontrak dimana resource yang tidak kritikal akan dikerjakan oleh pihak ketiga sehingga perusahaan lebih fokus dalam core businessnya.
Point terakhir yang ingin saya sampaikan adalah bahwa di Indonesia industri IT lebih pada supporting business. Belum sampai pada IT industri seperti di India. dengan kenyataan ini maka menjadi manager IT di perusahaan non-core IT lebih 'mudah dan nyaman' daripada bekerja pada perusahaan dengan core IT. Atau dalam bahasa mudahnya lebih mudah kerja support IT di perbankan, ditelevisi atau di manufactur daripada di microsoft atau IBM
Anjar Priandoyo, dimilis himakom_ugm@yahoogroups.com
Kawasan industri Sunter:
Toyota Astra Motor, Toyota Motor Manufacturing, Honda Prospect Motor, Gaya Motor (Manufactur BMW), Pantja Motor (Isuzu Manufactur), Inkoasko (wheel), Denso (Radiator, AC, horn), Daihatsu.